Institut Kesenian Jakarta adalah kampus yang banyak mencetak “gembel naik kelas.” Gembel-gembel yang kemudian sukses menjadi rockstars . Naif, Clubeighties, The Upstairs, The Adams, Rumahsakit hingga White Shoes & The Couples Company adalah beberapa di antaranya. Siapa sangka band-band tersebut awalnya ngeband karena iseng-iseng belaka? Oleh Wendi Putranto Foto Oleh Timur Angin “Tahun ini udah tiga kali kami reuni. Mudah-mudahan ini benar-benar reuni kami yang terakhir dan tidak ada reuni lagi di masa depan,” ujar Andri, vokalis Rumahsakit dengan nada datar seraya menurunkan stand mikropon yang terlihat agak ketinggian bagi dirinya. Para penonton yang mayoritas mahasiswa Institut Kesenian Jakarta [IKJ] hanya tersenyum saja mendengar ucapannya. “Sebelum ada Rumahsakit, musik di IKJ cuma Rolling Stones, The Doors dan Bob Marley,” puji Ricky MH Malau dan Jimi Multhazam usai Rumahsakit manggung. Dua orang berkarakter keras tersebut malam itu menjadi MC bagi ac...
PERJALANAN PANJANG [Editor’s Cut] Oleh: Wendi Putranto Delapan tahun menjadi pecandu narkotika, tiga belas kali rehab, satu kali percobaan bunuh diri, ‘dipecat’ dari Dewa19, pacar hamil di luar nikah hingga kebangkrutan total, Ari Lasso adalah sosok bintang pop menye-menye yang jauh dari apapun yang terbayang dalam benak Anda. Jika Anda selama ini membayangkan bintang rock sebagai sosok pemberontak nan urakan, keren namun liar, berideologi sex, drugs and rock n’ roll , mungkin Anda salah besar. Orang ini tidak setampan Elvis Presley, tidak sedepresif Kurt Cobain atau setragis Layne Staley, walaupun semuanya sama-sama pernah dipersatukan oleh narkotika. Pria bersuara emas yang berkacamata ini penampilannya menjurus kutu buku, memiliki religiositas tinggi dan kerap menyanyikan lagu-lagu pop percintaan. Siapa sangka kisah hidupnya lebih mengejutkan dari sinetron cengeng apapun di layar televisi. Figur ini adalah Ari Lasso, mantan vokalis Dewa19 yang kini...
2013 baru saja berlalu beberapa hari yang lalu. Diluar mitosnya sebagai tahun yang memuat angka sial namun yang terjadi justru sebaliknya. Indonesia mesti berterima kasih karena ditengah kondisi babak-belur-hancur-leburnya bisnis di industri musik belakangan ini, sederet talenta musik terbaik Tanah Air mampu merilis karya-karya terbaik mereka di tahun lalu. Di antaranya adalah album-album dari The SIGIT, Frau, White Shoes & The Couples Company, Yacko, Gugun Blues Shelter, Adrian Adioetomo, hingga Morfem. Daftar di bawah ini adalah semua yang saya konsumsi sepanjang 2013 dan menurut saya terbaik sesuai gairah, minat, selera, persepsi, apresiasi dan penilaian pribadi yang kemudian dengan sok tahunya saya urutkan sesuai ranking. Memang tak semua yang saya simak, baca atau saksikan sepanjang tahun lalu berhasil masuk ke dalam daftar ini, tentunya karena berbagai pertimbangan tersebut di atas. Tentu tak semua dalam daftar ini datang dari dalam negeri, sederet musik dan pem...
makasih for sharing man.............
BalasHapus