Institut Kesenian Jakarta adalah kampus yang banyak mencetak “gembel naik kelas.” Gembel-gembel yang kemudian sukses menjadi rockstars . Naif, Clubeighties, The Upstairs, The Adams, Rumahsakit hingga White Shoes & The Couples Company adalah beberapa di antaranya. Siapa sangka band-band tersebut awalnya ngeband karena iseng-iseng belaka? Oleh Wendi Putranto Foto Oleh Timur Angin “Tahun ini udah tiga kali kami reuni. Mudah-mudahan ini benar-benar reuni kami yang terakhir dan tidak ada reuni lagi di masa depan,” ujar Andri, vokalis Rumahsakit dengan nada datar seraya menurunkan stand mikropon yang terlihat agak ketinggian bagi dirinya. Para penonton yang mayoritas mahasiswa Institut Kesenian Jakarta [IKJ] hanya tersenyum saja mendengar ucapannya. “Sebelum ada Rumahsakit, musik di IKJ cuma Rolling Stones, The Doors dan Bob Marley,” puji Ricky MH Malau dan Jimi Multhazam usai Rumahsakit manggung. Dua orang berkarakter keras tersebut malam itu menjadi MC bagi ac...
Media Distorsi: Indra7 dan Agus Sasongko. (Foto: myspace.com/mediadistorsi) Menelusuri jejak salah satu album electronica terbaik beserta akar dari grup musik yang merintis semuanya. Oleh Wendi Putranto S alah satu kenikmatan merayakan Hari Buruh di masa pandemi seperti sekarang ini tentunya dengan bersuka cita menyambut rilis digitalnya secara resmi Chapter 01: The Beginning milik Media Distorsi. Bayangkan, setelah teronggok dalam peti besi selama hampir delapan belas tahun lamanya, akhirnya generasi Milenial dapat menikmati satu dari sedikit saja rilisan terbaik kancah electronica Indonesia awal dekade 2000-an. Saya sendiri kaget ketika pertama kali dikabarkan bahwa album ini akan dirilis secara digital oleh Anoa Records. Mengapa? Karena ini artinya Indra7 sebagai satu-satunya personel yang tersisa telah mendapat lampu hijau dari kompatriotnya sendiri di Media Distorsi yang kini sudah mundur sepenuhnya dari dunia musik untuk serius berdakwah dan merin...
2013 baru saja berlalu beberapa hari yang lalu. Diluar mitosnya sebagai tahun yang memuat angka sial namun yang terjadi justru sebaliknya. Indonesia mesti berterima kasih karena ditengah kondisi babak-belur-hancur-leburnya bisnis di industri musik belakangan ini, sederet talenta musik terbaik Tanah Air mampu merilis karya-karya terbaik mereka di tahun lalu. Di antaranya adalah album-album dari The SIGIT, Frau, White Shoes & The Couples Company, Yacko, Gugun Blues Shelter, Adrian Adioetomo, hingga Morfem. Daftar di bawah ini adalah semua yang saya konsumsi sepanjang 2013 dan menurut saya terbaik sesuai gairah, minat, selera, persepsi, apresiasi dan penilaian pribadi yang kemudian dengan sok tahunya saya urutkan sesuai ranking. Memang tak semua yang saya simak, baca atau saksikan sepanjang tahun lalu berhasil masuk ke dalam daftar ini, tentunya karena berbagai pertimbangan tersebut di atas. Tentu tak semua dalam daftar ini datang dari dalam negeri, sederet musik dan pem...
ya ampyuuun.. gaya rocker musti narsis gini ya
BalasHapusjelas yg moto sirik ama lo, wen. fotolo setengah muke ;D
BalasHapusini sih pas pulang Wen!
BalasHapus3 orang haji mabrur?
BalasHapusASTAGHAFIRULLAH WENDIIIIIIII!! ckckckck, jangan lupa baca bismillah yah wen!! hiahiahiahahihia *astaga, ngomong ginian pas bulan puasa hiks*
BalasHapushush. hehehe...iya, tau. maksudnya biar seakan-akan gituh lho...
BalasHapussekali lagi gua ketipu...mana tukang selai nya???
BalasHapushuahauahauahua iya ih kost kost an bangettttt...sebagai Mrs.Lee sebagai ibu kost nan gahar ya huahauahauahauahauhau
BalasHapus"Suka musik metal ya mas?"
BalasHapus"Lho, kok tau?"
ayo, manda, kita mabuk bareng lagihhhhhh.....
BalasHapusastaghfirullah!
iya, brengsek, siapa ya?
BalasHapusgue sendiri ternyata hehe.
whehehehe.....metal narsis nih....
BalasHapusmana oleh2 nya, pak??? dikau masih berjanji kado ultah ku lhooo hahahahaha ;p